Showing posts with label Kisah-kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah-kisah. Show all posts

30.3.11

TUMPAS

Assalamualaikum w.b.t….
Dalam kehidupan seharian kita tidak pernah lari daripada satu perkara yang dinamakan NAFSU.
Namun nafsu sangat diperlukan dalam kehidupan kita bagi melakukan sesuatu perkara. Terdapat satu kisah mengenai nafsu amarah ini. Mari kita hayati dan ambil iktibar dari cerita di bawah.
Pada masa dahulu, ada seorang ahli ibadah yang taat menyembah Allah dalam satu jangka masa yang lama. Lalu datang suatu kaum kepadanya, mereka berkata, “Di sana ada suatu kaum yang menyembah pohon selain Allah SWT.”
Selepas mendengar bertita itu, dia pun marah. Lantas dia segera mengambil kapak dan memikulnya pada lehernya, lalu bergegas datang ke pohon itu untuk menebangnya.
Namun iblis menemuinya dalam rupa seorang tua. Iblis bertanya padanya, ”Hendak ke manakah engkau?”
“Aku mahu menebang pohon itu,” jawab ahli ibadah itu.
Iblis berusaha mencegahnya, ”Bagaimana engkau ini. Itu berarti engkau meninggalkan ibadah dan kesibukan dirimu. Engkau mencurahkan tenaga untuk urusan lain.”
”Ini termasuk ibadahku.”
Lalu Iblis menghalanginya, ”Aku tidak akan membiarkanmu menebangnya.”
Maka ahli ibadah itu menarik iblis dan membantingnya ke tanah, dan menduduki dadanya.
Iblis memohon kepadanya, ”
Lepaskanlah aku hingga aku bercakap kepadamu.”
Setelah dilepaskan, iblis pun berdiri dan berkata, “Wahai fulan, Allah telah menggugurkan kewajiban ini darimu. Dia tidak mewajibkannya kepadamu. Cukuplah engkau beribadah, dan tidak diwajibkan kepadamu mengurus orang lain. Allah swt memiliki para nabi di bumi. Kalau Dia menghendaki, niscaya Dia mengutus mereka kepada penghuni bumi, dan memerintahkan mereka untuk menebang pohon itu.”
”Aku tetap harus menebangnya,” kata ahli ibadah.
Maka iblis menyerangnya. Tetapi ahli ibadah kembali dapat menguasai dan melawannya, serta menduduki dadanya. Sehingga iblis menjadi lemah.
Lalu iblis berkata, ”Mahukah aku tunjukkan kepadamu suatu hal yang memisahkan aku dan kamu? Itu adalah lebih baik dan lebih bermanfaat bagimu.”
”Apakah itu?”
”Lepaskanlah aku sehingga aku mengatakannya padamu,” jawab iblis.
Maka ahli ibadah itu melepaskannya.
Iblis berkata, ”Engkau seorang fakir. Engkau tidak punya apa pun. Engkau hanya menggantungkan diri pada orang lain untuk mencukupi keperluanmu. Mungkin engkau ingin memberi kepada saudara-saudaramu dan menolong keluargamu. Engkau kenyang dan tidak memerlukan bantuan orang lain.”
”Benar”
”Serahkan masalahmu kepadaku. Pada setiap malam aku akan meletakkan dua dinar di tepi kepalamu. Apabila waktu pagi telah tiba, engkau mengambilnya. Sehingga engkau dapat menafkahi diri dan keluargamu, serta bersedekah kepada saudara-saudaramu. Hal itu lebih utama bagimu dan bagi kaum muslim daripada menebang pohon ini yang tumbuh di tempatnya. Menebangnya tidak menyebabkan bahaya bagi mereka, dan tidak pula memberikan manfaat kepada saudara-saudaramu orang-orang mukmin.”
Maka ahli ibadah itu memikirkan apa yang dikatakan iblis, dan berkata di dalam hatinya, ”Orang tua itu benar. Aku bukan nabi yang diharuskan menebang pohon itu. Allah swt pun tidak memerintahku untuk menebangnya. Maka dengan membiarkannya aku tidak berbuat maksiat dan apa yang ia katakan itu lebih banyak manfaatnya.”
Ahli ibadah itu pun membuat perjanjian dengan iblis dan bersumpah padanya, lalu kembali ke tempat peribadatannya. Ketika memasuki waktu pagi, ia melihat dua dinar di sisi kepalanya. Demikian pula pada hari berikutnya hingga hari ketiga.
Tetapi setelah itu ia tidak lagi melihatnya. Maka ia menjadi marah dan membawa kapak di pundaknya.
Lalu iblis berjumpa dengannya lagi dalam rupa seorang tua. Iblis bertanya, ”Mahu ke mana?”
”Aku akan menebang pohon itu.”
”Engkau berbohong. Demi Allah, engkau tidak akan mampu menebangnya, dan engkau tidak akan dapat melakukannya.”
Maka ahli ibadah itu menarik iblis seperti yang dia lakukan pada pertama kali. Iblis berkata, ”Hayhata (jauh sekali).” Kemudian iblis menarik ahli ibadah itu dan membantingnya.
Tiba-tiba ahli ibadah itu merasa seperti seekor burung kecil di bawah kaki iblis. Lalu iblis menduduki dadanya dan berkata, ”Engkau harus menghentikan hal ini. Jika tidak, maka aku akan membunuhmu.” Ahli ibadah itu hanya mampu memandangnya, dia tidak memiliki kekuatan untuk melawannya.
”Wahai fulan, engkau telah mengalahkanku. Lepaskan aku. Beritahukanlah padaku, mengapa aku dapat mengalahkanmu pada kali pertama, tetapi kini engkau dapat mengalahkanku?” tanya ahli ibadah.
Iblis menjawab, ”Kerana pada kali pertama engkau marah karena Allah swt dan niatmu untuk kepentingan akhirat sehingga Allah menundukkanku kepadamu. Tetapi kali ini engkau marah karena nafsumu dan dunia, sehingga aku dapat membantingmu.”
Maka ahli ibadah itu memukul dirinya sendiri, ”Wahai jiwa, ikhlaslah, maka engkau selamat.”
“kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.” (QS Al Hijr 15:40)
Sumber: Ihya:Ulumuddin, Al Ghazali

8.3.11

SELAMAT KEKASIH YANG DICINTAI




Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku", peliharalah solat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan."Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.  Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi.
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita hinggakan di akhir-akhir hayatnya hanya umatnya yang diingatinya,bukannya dirinya dan kaum keluarganya.Kini,tanya diri kita.Mampukah kita mencintai baginda seperti mana utuhnya cinta baginda kepada kita???


5.3.11

WANITA YANG CANTIK????

"Menurut majalah MANAR ISLAM. Pada suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bas mini untuk menuju ke destinasi di wilayah Iskandariah. Malangnya walau pun tinggal dibumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menjolok mata.. 
Bajunya agak nipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut disembunyikan bagi seorang perempuan dari pandangan lelaki ajnabi atau mahramnya.Gadis itu dalam lingkungan 20 tahun. Di dalam bas itu ada seorang tua yang dipenuhi uban menegurnya. "Wahai pemudi! Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki...." nasihat orang tua itu. Namun, nasihat yang sangat bertetapan dengan tuntutan agama itu dijawab oleh gadis itu dengan jawapan mengejek. "Siapalah kamu hai orang tua? Apakah di tangan kamu ada anak kunci syurga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di syurga atau neraka?" Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat menghiris perasaan orang tua itu gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak cukup setakat itu, si gadis lantas cuba memberikan telefon bimbitnya kepada orang tua tadi sambil melafazkan kata kata yang lebih dahsyat. "Ambil hanphone ku ini dan hubungilah Allah serta tolong tempahkan sebuah bilik di neraka jahannam untukku," katanya lagi lantas ketawa berdekah-dekah tanpa mengetahui bahawasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan begitu biadab.

Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawapan dari si gadis manis. Sayang wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk. Penumpang-penumpang yang lain turut terdiam ada yang menggelengkan kepala kebingungan. Semua yang di dalam bas tidak menghiraukan gadis yang masih muda i tu yang tidak menghormati hukum hakam itu dan mereka tidak mahu menasihatinya kerana khuatir dia akan akan menghina agama dengan lebih teruk lagi. Sepuluh minit kemudian bas pun tiba perhentian.
Gadis seksi bermulut celupar tersebut di dapati tertidur di muka pintu bas. Puas pemandu bas termasuk para penumpang yang lain mengejutkannya tapi gadis tersebut tidak sedarkan diri. Tiba tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui Tuhannya dalam keadaan yang tidak disangka. Para penumpang menjadi
cemas dengan berita yang menggemparkan itu.

Dalam suasana kelam kabut itu, tiba tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang ramai segera berkejar untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah olah dibakar api. Dua tiga orang yang cuba mengangkat mayat tersebut juga kehairanan kerana tangan mereka terasa panas dan hampir melecur sebaik saja menyentuh tubuh si mayat.

Akhirnya mereka memanggil pihak keselamatan menguruskan mayat itu. Begitulah kisah ngeri lagi menyayat hati yang menimpa gadis malang tersebut.. Apakah hasratnya menempah sebuah bilik di neraka dimakbulkan Allah? Nauzubillah, sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa di atas segala sesuatu. Sangat baik kita jadikan ikhtibar dan pelajaran dengan kisah benar ini sebagai muslim sejati. Jangan sekali sekali kita mempertikaikan hukum Allah dan mahupun sunnah RasulNya saw dengan mempersendakan atau ejekan..

Kata kata seperti ajaran Islam tidak sesuai lagi dengan arus kemodenan dunia hari ini atau sembahyang tidak akan buat kita jadi kaya dan seumpamanya adalah kata kata yang sangat biadab dan menghina Allah, pencipta seluruh alam. Ingatlah teman, kita boleh melupakan kematian, tetapi kematian tetap akan terjadi bagi kita. Hanya masanya saja yang akan menentukan bila kita akan kembali ke alam barzakh. Janganlah menjadi orang yang bodoh, siapakah orang yang bodoh itu? Mereka itulah orang yang ingin melawan Tuhan Rabbul alamin. Apabila anda enggan melaksanakan suruhan Tuhan bererti anda ingin melawan arahan Tuhan. Sewaktu di sekolah anda tertakluk dengan undang-undang sekolah, dalam pekerjaan anda tertakluk dengan undang-undang yang di lakar oleh majikan anda, di dalam negeri anda tertakluk di bawah undang-undang negara anda. Begitu taksub sekali anda terhadap undang-undang itu hingga terlalu prihatin takut kalau melanggar undang-undang itu. Apabila anda berpijak di bumi ini, anda juga tertakluk dengan undang-undang yang telah di gubal oleh yang menjadikan bumi ini.

Setiap Sultan ada taman larangannya, begitu juga Allah swt. Taman laranganNya adalah perkara-perkara yang telah diharamkan bagi hamba-hambaNya di muka bumi ini. Sama samalah kita memohon agar Allah sentiasa memberi kita petunjuk di atas jalan yan g benar dan kekuatan agar sentiasa dapat menjaga lidah kita.


Dipetik dari majalah Iskandariah Mesir 'MANAR ISLAM'

12.12.10

Kisah Kepala Kambing


Assalamualaikum semua kepada pembaca2 blog. Hari ni nak konsikan satu kiash lagi. Tapi bukan nak cerita tentang kumpulan Black Metal. Nak cerita tentang pengorbanan sahabat terdahulu yang patut sama2 kita contohi. 

Kisahnya bermula begini berdasarkan ibu umar yang berkata: " Salah seorang sahabat telah menerima hadiah kepala kambing. Namun beliau berfikir mengenai jirannya yang mempunyai keluarga yang lebih besar dan sangat memerlukan makanan berbanding dirinya. Kepala kambing itu pun telah dihadiahkannya pula kepada jiran tersebut.

Selepas tu pula, jiran yang dibagi kepala kambing ini pula memikirkan saudaranya yang lain dan lebih memerlukan. Kemudian kepala kambing itu pun dibagi lagi pula kepada saudaranya itu. Jadi kepala kambing ini pun berpidah pindah tangan tidak kurang tujuh kali. Endingnya pula, dah past2 kepala kambing ni akhirnya sampai juga kepada orang yang mula2 menerima hadiah tersbut.

Allahu Akbar...begitulah kisah para sahabat tentang kepala kambing. Walaupun kita tahu sahabat ni miskin tapi masih lagi memekirkan sahabat yang lain yang lebih memerlukan sesuatu. Begitu tinggi akhlak para sahabat. Tapi hari ini adakah masih ada begini? Sama2lah kita muhasabah diri dan semoga saya dan anda semua sama2 dapat mengamalkannya. Insya Allah.

11.12.10

Nabi tidak suka terhadap emas

Assalamualaikum wbt....



Hari ni hujan turun. Jadi da masa terluang sya stay2 baring kat tilam. Terdetik pula hati nak baca kisah kehidupan      dan perjuangan nabi dan rasul ni. So nak kongsilah sikit cerita yang dah saya baca. Tajuk tu pun pasal emas. Zaman sekarang ni ramai orang nak kaya. Da yang guna cara halal mahupun haram. Tapi moga kita dijauhkan dari cari rezki dari cara yang haram.

Tapi tanya orang sekarang kalau dapat ditukar bukit bukau ka, rumah usang tu ka  & so on lah jadi emas sapa tak nak? Saya sendiri pun nak...( Nafsu kan)... tapi berbeza pula dengan nabi... sebagaimana Rasulullah bersabda: " Aku telah ditawarkan oleh Allah untuk menukarkan bukit bukau Mekah kepada emas untukku. Tetapi aku telah berdoa kepadaNya. "Ya Allah! Aku sangat senang makan pada satu hari dan merasai lapar pada keesokan harinya. Dengan ini aku dapat merayu dang mengingatiMu apabila lapar dan dapat pula bersyukur dan memujiMu tatkala kenyang".

Begitulah sifat nabi yang sangat bersyukur dengan seadanya dan sifat begini patut kita teladani pada hari ini. Walaupun tidak ada zaman sekarang seperti dahulu tapi kita sedia maklum bagaimana keadaan yang berkaitan dengan kehidupan seharian kita termasuk diri saya sendiri. Moga2 kita sama2 dapat mengambil iktibar dari kisah ini.